AUDITING
Pengertian Auditing
Ada beberapa penulis yang memberikan pengertian audit, diantaranya :
a. Mulyadi “ Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan
mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan
tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan
tingkat kesesuaian antara penyataan -pernyataan tersebut dengan
kreteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada
pemakai yang bekepentingan“.

b. Sukrisno Agoes “ Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan pihak yang indepenen terhadap laporan kuangan yang telah disusun oleh pihakmanajemen, beserta catatan-catatan pembukuan, beserta catatan-
catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut ”.
Dari pengertian tersebut diatas, maka dapat disimpulkan hal-hal sbb :
1. Yang diperiksa adalah Financial Statement
a. Balance sheet.
b. Income statement.
c. Equity of changes statement)
d. Cahs flow statement.
e. Notes to the financial statement
2. Pemeriksaan dilakukan secara kritis dan sistematis.
3. Pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang independen.
4. Pemeriksanaan dilakukan oleh akuntan (accountant) untuk
memberikan pendapat kewajaran atas laporan keuangan yang
diperiksa.
Tahapan Audit yang dilakukan oleh Pihak Auditor
1. KAP dihubungi oleh calon client yang membutuhkan jasa Audit.
2. KAP membuat perjanjian dengan calon client untuk membicarakan hal
hal sbb :
a. Alasan perusahaan untuk mengaudit laporan keuangannya.
b. Apakah perusahaan telah di Audit oleh KAP lain.
c. Untuk mengetahui jenis usaha dan gambaran umum perusahaan.
d. Untuk mengetahui akuntansi perusahaan yang data akuntansinya
diproses secara manual atau dengan bantuan komputer
(menggunakan software).
e. Bagaimana sistem penyimpanan bukti-bukti pembukuan
perusahaan.
3. KAP mengajukan surat penawaran (audit porposal), yang berisi :
a. Jenis jasa yang diberikan.
b. Besarnya audit fee
c. Waktu dimulai pemeriksaan dan waktu penyerahan hasil audit.
JENIS-JENIS AUDIT
. Ditinjau dari luasnya Pemeriksaaan :
a. General Audit
Pemeriksaan yang dilakukan oleh KAP yang Independen dengan
tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran
laporan keuangan secara keseluruhan.
b. Special audit
Pemeriksaan yang dilakukan oleh KAP yang Independen dengan
tujuan untuk memberikan pendapat mengenai wajaran laporan
keuangan tidak secara keseluruhan.
2. Ditinjau dari jenis pemeriksaan audit
a. Management Audit
Suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan,
termasuk kebijakan akuntansi, operasional yang telah ditentukan
oleh pihak manajemen untuk mengetahui apakah kebijakan
operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, effisien dan
ekonomis.
Prosedur Audit yang dilakukan mencakup :
v Analytical review.
v Evaluasi terhadap Management control system.
v Complience test.
b. Complience audit (Pemeriksaan Ketaatan)
v Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan
v sudah mentaati peraturan-peraturan, kebijakan-kebijakan yang
v berlaku, baik yang ditentukan oleh pihak intern, maupun pihak
v ekstern perusahaan
c. Internal Audit
v Pemeriksaan yang dilakukan oleh internal audit perusahaan, apabila
v terhadap laporan keuangan, maupun catatan akuntansi perusahaan,
v serta terhadap kebijakan manajamen yang telah ditentukan
d. Computer Audit
v Pemeriksaan yang dilakukan oleh KAP terhadap perusahaan yang
v memproses data akuntansinya dengan menggunakan EDP. Metode
v yang dapat digunakan adalah :
PROFESI AUDITOR
Seorang Akuntan yang memiliki nomor register, bisa memilih profesi
sebagai berikut :
1. Akuntan Publik (Public Accountant)
2. Akuntan internal (Internal Auditor)
3. Akuntan Keuangan ( Financial Accountant)
4. Cost Accountan
5. Akuntan Pajak (Tax Accountant)
6. Akuntan Pendidik (Lecturer)
Ruang Lingkup
Pada akhir pemeriksaan yang dilakukan oleh Auditor dalam General
Audit
KAP memberikan hasil pemeriksaan yang terdiri dari :
a. Lembar opini (AuditOpini)
Lembar opnini merupakan tanggung jawab Akuntan Publik,
dimana Akuntan Publik akan memberikan pendapat terhadap
kewajaran laporan keuangan yang disusun oleh pihak manajemen.
b. Laporan Keuangan (Financial Statement)
Laporan keuangan yang disampaikan dari hasil pemeriksaan yang
dilakukan oleh KAP terdiri dari :
v Balance sheet
v Income statement.
v Equity of changes statement)
v Cahs flow statement.
v Catatan atas laporan keuangan, yang berisi :
ü Bagian umum, menjelaskan latar belakang perusahaan.
ü Kebijakan akuntansi yang digunakan perusahaan.
ü Penjelasan atas pos-pos Neraca dan Laba – Rugi.
JENIS-JENIS PENDAPAT AUDITOR
. Pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion).
2. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan yang ditambahkan dalam laporan audit standar (unqualified opinion with explanatory language).
3. Pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion).
4. Pendapat tidak wajar (adverse opinion).
5. Tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion).
Qualified Opinion
Pendapat ini diberikan jika :
1. Tidak adanya bukti kopeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap
lingkup audit.
2. Auditor yakin atas dasar hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terdapat
penyimpangan terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum yang
berdampak material.
Disclaimer of Opinion
n Pendapat ini diberikan jika Auditor dibatasi dalam lingkup auditnya. Tidak dapat melaksanakan audit secara cukup, dan terdapat penyimpangan yang cukup material.
Adverse Opinion
Suatu Pendapat tidak wajar diberikan, jika laporan keuangan yang
disajikan secara keseluruhan tidak secara wajar. Auditor harus
menjelaskan dalam paragraf terpisah sebelum paragraf pendapat
dalam laporannya. Hal-hal yang harus dijelaskan adalah sbb :
1. Semua alasan yang mendukung pendapat tidak wajar.
2. Dampak utama yang menyebabkan pemberian pendapat tidak
wajar terhadap laporan keuangan.
3. Jika dampak yang ditimbulkan tidak dapat ditentukan secara
beralasan.
Tujuan Audit
Tujuan Pemeriksaan umum terhadap laporan keuangan oleh auditor Independen adalah untuk menyatakan pendapat/opini mengenai kewajiban dalam penyajian posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan posisi keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku Umum (SAK)
Langkah-langkah dalam menyusun Tujuan Audit adalah mengetahui :
• Laporan Keuangan ;
Tanggung jawab Manajemen adalah u/ menentukan kebijakan yang sehat, menjalankan struktur pengendalian intern yang baik, dan mencantumkan angka-angka yang dapat dipertanggung jawabkan dalam laporan keuangan.
Laporan keuangan yang dihasilkan oleh manajemen ? NERACA, LAPORAN LABA-RUGI, LAPORAN PERUBAHAN MODAL, LAPORAN ARUS KAS.
• Siklus Laporan Keuangan
Karena perkiraan selalu berhubungan dengan perkiraan lainnya maka untuk memudahkan pemeriksaan perlu diketahui siklus laporan keuangan perusahaan yang diperiksa. Misalnya untuk memeriksa Perkiraan penjualan, retur penjualan, saldo piutang, serta kas sebaiknya digabung karena perkiraan tersebut merupakan bagian dari siklus penjualan dan penagihan. (lihat lampiran1)
Dari Laporan Keuangan , amati komponen (perkiraan) yang mempengaruhinya dan hubungkan dengan komponen (perkiraan) lainnya .(lihat lampiran 2)
• Pernyataan (Asersi) manajemen mengenai Komponen-komponen Laporan Keuangan
Bagaimana manajemen memberikan pernyataan terhadap Lap. Keuangan yang merupakan tanggung jawabnya. (Terkait dengan cara mencatat dan mengungkapkan lap. Keuangan yang disesuaikan dengan SAK)
Pernyataan Manajemen secara umum ada 5 yaitu :
Keberadaan / Eksistensi / Keterjadian / Occurrence
è Aktiva, Hutang & Modal yang tercantum dalam Neraca benar-benar ada sampai dengan periode tersebut.
è Penjualan dalam Lap. Laba-Rugi menujukkan telah adanya pertukaran barang/jasa pada periode tersebut.
Kelengkapan
è Semua transaksi dalam periode yang bersangkutan telah dicatat.
Hak dan Kewajiban
è Nilai akhiva dalam Neraca adalah kekayaan yang benar-benar hak perusahaan s/d periode tersebut. Sedangkan Hutang & Modal adalah Kewajiban perusahaan s/d periode tersebut.
Penilaian dan Alokasi
è Aktiva, Hutang, Modal , Pendapatan , dan Biaya telah dimasukkan dalam Lap. Keuangan dengan angka-angka yang sesuai (perhitungan benar)
Penyajian dan pengungkapan
è Komponen-komponen dalam Lap. Keuangan telah diklasifikasikan, dijelaskan, dan diungkapkan dengan benar. Misal : Komputer dimasukkan ke dalam Aktiva tetap karena umurnya ekonomisnya lebih dari satu tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar